Apple di tahun 1996, untuk menyelamatkan perusahaan yang dia dirikan yang kondisinya sudah hampir hancur. Dalam dua tahun, Jobs berhasil mengubah Apple yang hampir bangkrut menjadi perusahaan yang memiliki profit. Salah satu ungkapan terkenal Jobs ketika ditanya, kenapa bisa bertahan dengan semua ini, “Satu hal yang membuat saya tetap bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan”. Ya ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, tak ada yang sanggup membuat kita berhenti dalam berdjoeang.
Eli Harari, yang mendapatkan gelar PhD dari Princenton
University di bidang semikonduktor, juga pernah membuat kesalahan besar dengan
mencoba berinovasi membuat alat pancing. Padahal Harari sendiri tidak suka
memancing dan bahkan tidak pernah pergi memancing. Inovasinya berakhir di
kegagalan besar. Ketika Harari memutuskan kembali menggeluti bidang yang dia
cintai, lahirlah inovasi USB flash memory yang legendaris sampai sekarang, yang
menghantarkannya mendirikan perusahaan SanDisk. H
2. TINGGALKAN JEJAK DI ALAM SEMESTA
Visi hidup untuk meninggalkan jejak di alam semesta juga
merupakan karakter wajib bagi para inovator. Mark Zuckerberg, founder facebook
mengatakan bahwa, semua yang dia lakukan bukan soal menghasilkan uang, facebook
dibuat supaya dunia menjadi terbuka bagi siapapun, dengan menghubungkan atribut
sosial setiap orang yang membuat akun di sana.
Visi untuk meninggalkan jejak ini penting ketika kita
mengamati bagaimana Xerox seharusnya bisa menguasai seluruh industri teknologi
informasi di era tahun 1970an. Karena mereka menjadi pioner di hampir semua
produk canggih dalam dunia teknologi informasi. Xerox dengan Palo Alto Research
Center (PARC) nya sudah berhasil mengembangkan aplikasi berbasis graphical user
interface (GUI) dan device mouse, yang di era itu, belum ada yang berhasil
memproduksinya. Justru kunjungan Steve Jobs ke PARC yang akhirnya menjadi
kunjungan paling bersejarah dalam dunia industri PC (personal computer), karena
Steve Jobs lah yang akhirnya bisa berinovasi dengan mencontek produk Xerox PARC
untuk pengembangan produk Apple yang bervisi komputer yang bisa digunakan untuk
orang biasa. Steve Jobs mengungkapkan bahwa seandainya Xerox mempunyai visi
untuk meninggalkan jejak di alam semesta ini, kondisi saat ini akan berbeda.
Sebaliknya, Adele Goldberg, salah satu founder dan petinggi Xerox mengatakan
bahwa, “mengizinkan Steve Jobs berkunjung ke Xerox PARC adalah keputusan paling
buruk dalam sejarah korporasi di dunia”.
3. PERAS OTAK
Aaron Stern bahkan menempuh langkah gila untk membuktikan
bahwa jenius itu tidak dilahirkan, tapi jenius itu bisa diciptakan. Penelitian
dilakukan dengan obyek penelitian putrinya sendiri bernama Edith Stern. Edith
sejak lahir dididik dalam lingkungan steril yang mendukung untuk menjadikannya
cerdas. Hasilnya, Edith berhasil menyelesaikan membaca Encyclopedia Britanica
pada umur 5 tahun, memiliki IQ 200, dan mendapatkan PhD di bidang matematika
pada umur 15 tahun. Project Edith yang digagas Aaron Stern membuktikan bahwa
kecerdasan manusia bisa dilatih untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Sekali lagi tidak ada manusia di dunia ini yang bodoh, yang ada adalah manusia
yang tidak mau berusaha dan bekerja keras.
4. BERPIKIR BERBEDA
Steve Jobs juga mengandalkan konsep berpikir berbeda dengan
menyeimbangkan otak kiri dan kanan ketika mengembangkan produk Apple. Apple
meluncurkan produk iPod, sebuah alat pemutar musik, yang sebenarnya adalah
produk biasa dan sudah ada sebelumnya. Perbedaan dengan produk pemutar musik
lainnya adalah kemampuan Jobs menghubungkan iPod dengan layanan penjualan musik
yang dia bangun bernama iTunes. Asosiasi device iPod dan iTunes adalah ide
kreatif yang pada masanya belum ada yang mencoba mengembangkannya.
5. GUNAKAN BAHASA MANUSIA
Karakter inovator terakhir adalah kemampuan dalam
menyampaikan pesan. Pakar komunikasi Gregory Berns mengatakan bahwa seseorang
bisa memiliki ide hebat yang baru dan berbeda, tapi semua akan sia-sia jika
tidak bisa meyakinkan banyak orang. Salah satu faktor yang membuat kita mampu
meyakinkan orang lain adalah ketika kita mampu mengubah bahasa teknik yang
sulit ke bahasa yang mudah dipahami oleh manusia biasa. Berbicara dengan bahasa
manusia sudah sering saya uraikan di blog ini, misalnya tulisan berjudul Wahai
Dosen, Berbicaralah dengan Bahasa Manusia.
Ketika launching iPad, Steve Jobs tidak menggunakan kalimat
teknik yang sulit dan canggih, dia hanya mengatakan bahwa, “iPad adalah alat
ajaib yang revolusioner dengan harga yang mencengangkan”. Ketika memperkenalkan
MacBook Air, Jobs juga hanya mengatakan “MacBook Air adalah notebook paling
tipis sedunia”. iPod disajikan Steve Jobs dengan bahasa, “iPod, seribu lagu di
sakumu”. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Todd Bishop, kalimat yang
digunakan oleh Steve Jobs memilikiindeks fog antara 5-7, sementara tokoh-tokoh
IT lain seperti Bill Gates memiliki indeks fog 9-11. Indeks fog adalah jumlah
tahun pendidikan yang diperlukan seorang pembaca untuk memahami sebuah
perkataan. Bayangkan anak SD kelas 6 pun tidak kesulitan mengikuti pidato dari
Steve Jobs!
5 karakter inovator, sudahkah kita miliki? Mudah-mudahan
kita semua tetap dalam perdjoeangan untuk meraihnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa tinggalkan saran yah, terima kasih telah berkunjung!